Pakar Telematika Soroti Keterangan Jasa Marga soal CCTV Penembakan FPI

Posted by Lentera News on 16 Desember 2020

Pakar Telematika Roy Suryo (foto: wartaekonomi)

LENTERA-NEWS.COM
- Pakar Telematika Roy Suryo menyoroti pernyataan Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga Subakti Syukur terkait kondisi Closed Circuit Television atau CCTV Tol Jakarta-Cikampek Km 50. Roy menilai keterangan Subakti justru kontradiktif. 

Sebab, beberapa waktu setelah kejadian, PT Jasa Marga menyebut CCTV lokasi kejadian penembakan 6 laskar FPI dalam keadaan tidak berfungsi atau bisa dikatakan rusak. Namun setelah memberikan keterangan di Komnas HAM, CCTV tersebut dikatakan masih berfungsi hanya saja mengalami keterlambatan pengiriman data. Keterangan itu tentu jadi suatu yang bertolak belakang. 

"Statemen Dirut Jasa Marga dlm berbagai pemberitaan ini sebenarnya tidak tegas bahkan jadi kontradiktif. CCTV yg sangat penting tsb hanya "rusak Link"-nya dari Camera ke Server. Namun masih ada di masing-masing DVR-nya atau gara2 "kerusakan" tsb menjadi tdk ada Backup. Bagaimana QC-nya," kata Roy dalam akun Twitternya, @KRMTRoySuryo2, seperti dikutip VIVA Selasa, 15 Desember 2020. 

Eks politikus Demokrat itu heran, sebetulnya proses pemeliharaan CCTV yang merupakan alat paling penting untuk melihat kondisi di jalan tol. Jika memang CCTV masih berfungsi, semestinya bisa merekam kondisi di sekitar lokasi kejadian. 

Roy berharap Jasa Marga memberikan keterangan yang benar terhadap kondisi di jalan tol pada saat kejadian. Dengan demikian, membantu kasus penembakan terhadap 6 orang laskar FPI dapat diungkap dengan jelas sehingga tak perlu lama seperti menghilangnya buronan serta politikus PDIP Harun Masiku. 

"Kalau memang benar penjelasan Dirut Jasa Marga Subakti Syukur di depan KomNas HAM bahwa Rekaman CCTV di Km 50 Tol JaPek tsb tidak rusak, hanya "terhambat pengiriman data"-nya, semoga tidak terlalu lama seperti Kasus Harun Masiku tempo hari. Kita berharap kasus cepat Clear," tambah Roy. 

Sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM meminta keterangan dari Dirut PT Jasa Marga Subakti Syukur. Upaya Komnas HAM ini sebagai upaya menggali informasi terkait peristiwa bentrokan antara pihak kepolisian dan laskar Front Pembela Islam (FPI) di Jalan Tol Jakarta-Cikampek beberapa waktu lalu. 

Dirut PT Jasa Marga Subakti Syukur mengatakan, 23 dari 277 CCTV di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek tak berfungsi normal saat kejadian tertembaknya enam anggota FPI. CCTV yang ada di KM48 hingga KM72 itu mengalami gangguan sehingga tak dapat merekam dan mengirimkan gambar.

Blog, Updated at: Desember 16, 2020

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar dengan bijak